KPPL-E Pertemuan 7

Nama: Valensio Arvin Putra Setiawan
NRP: 5025231273
Kelas: KPPL E

Judul: Studi Kasus Pembuatan Aplikasi Menggunakan Metode Waterfall

Sumber: A.A.D.A.B Gunawardana, Google Scholar


Aplikasi yang akan dibangun adalah Customer Support System yang akan membantu perusahaan menangani permintaan, keluhan, dan kebutuhan teknis pelanggan secara efisien. Kami mengambil studi kasus terkait implementasi Smart Meter and Customer Support System untuk Lanka Electricity Company (LECO). Referensi ini menjelaskan bagaimana sebuah sistem customer support diterapkan di perusahaan besar untuk mengatasi masalah teknis dan meningkatkan interaksi antara pelanggan dan perusahaan.

Pengguna:

  • Administrator: Bertanggung jawab untuk mengelola pengguna, data, dan informasi yang masuk ke dalam sistem.
  • Customer Support Agents: Bertugas menjawab pertanyaan, menangani masalah teknis, dan memberikan solusi untuk pelanggan.
  • Pelanggan: Mereka akan mengakses aplikasi untuk mengajukan permintaan layanan, melihat status tiket, dan mendapatkan solusi dari masalah mereka
Fitur Aplikasi:
  • Tiket Layanan: Pelanggan dapat membuat, melacak, dan mendapatkan update terkait masalah mereka.
  • Notifikasi: Sistem akan mengirim notifikasi via email atau SMS ketika ada update penting mengenai permintaan mereka.
  • Fitur Self-Service: Pelanggan bisa mencari solusi dari masalah umum melalui basis pengetahuan yang tersedia.
  • Pelaporan dan Analitik: Administrator bisa melihat laporan kinerja agen, jumlah tiket yang diproses, dan kepuasan pelanggan.
Dengan metodologi Waterfall, aplikasi akan dibangun melalui tahapan:
  • Requirement Gathering & Analysis: Pada tahap ini, kebutuhan sistem dikumpulkan dengan cara mewawancarai pengguna potensial (administrator, agen customer support, dan pelanggan). Semua fitur yang dibutuhkan dicatat dan dianalisis untuk memastikan aplikasi memenuhi semua kebutuhan pengguna. Output dari tahap ini adalah daftar lengkap kebutuhan pengguna, serta spesifikasi fungsional dan non-fungsional.
  • Design: Pada tahap ini, arsitektur aplikasi dirancang. Diagram Use Case, diagram alur data, serta desain antarmuka pengguna (UI) dikembangkan. Setiap fitur aplikasi, seperti tiket layanan dan notifikasi, diuraikan dalam bentuk diagram alur kerja. Output dari tahapan ini adalah diagram Use Case, diagram alur data, desain UI, dan arsitektur aplikasi.
  • Implementation: Pada tahap ini, pengembangan sistem dimulai. Setiap modul seperti modul pendaftaran pelanggan, pembuatan tiket, dan pelaporan diimplementasikan. Bahasa pemrograman yang digunakan dapat berupa PHP dengan basis data Oracle 11g. Output dari tahapan ini adalah kode aplikasi yang berfungsi untuk semua fitur yang sudah dirancang.
  • Testing: Setelah implementasi, sistem diuji untuk memastikan bahwa aplikasi berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Pengujian fungsional dan non-fungsional dilakukan untuk memastikan aplikasi bisa diakses dengan lancar oleh pelanggan, agen, dan administrator. Output dari tahapan ini adalah laporan pengujian fungsional, pengujian kinerja, dan bug yang ditemukan.
  • Deployment: Aplikasi diluncurkan dan tersedia untuk pengguna. Tim customer support dapat mulai menggunakan aplikasi untuk menerima dan memproses tiket pelanggan. Output dari tahapan ini adalah aplikasi berjalan di server produksi dan dapat digunakan oleh pengguna.
  • Maintenance: Pada tahap ini, sistem akan menjalani pemeliharaan untuk memastikan tidak ada bug yang muncul setelah aplikasi digunakan. Peningkatan fitur dan perbaikan kesalahan yang terdeteksi selama penggunaan sehari-hari akan dilakukan. Output dari tahapan ini adalah laporan perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan fitur.

Comments