KPPL-E Pertemuan 6

Nama: Valensio Arvin Putra Setiawan

NRP: 5025231273

Kelas: KPPL E

Link Source: https://www.djournals.com/klik/article/view/676/479

Prototipe Solusi: Customer Support System Berbasis Web

1. Requirement Gathering & Analysis (Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan):

Pada tahap ini, dilakukan observasi dan wawancara dengan calon pengguna sistem (admin, customer support agent, dan pelanggan). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan utama pengguna, seperti:

  • Manajemen Tiket: Pelanggan dapat membuat tiket layanan yang terkait dengan masalah atau permintaan mereka.
  • Sistem Self-Service: Basis pengetahuan yang memungkinkan pelanggan menemukan jawaban atas pertanyaan umum tanpa bantuan langsung.
  • Notifikasi: Pengguna akan mendapatkan notifikasi ketika ada perkembangan dalam tiket mereka.
  • Laporan Kinerja: Administrator dan manajer dapat meninjau laporan tiket yang masuk, kinerja agen, dan statistik lainnya.

2. System & Software Design (Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak):

Pada tahap ini, sistem dirancang menggunakan UML (Unified Modeling Language) untuk menggambarkan alur kerja sistem. Komponen utama dari desain meliputi:

  • Use Case Diagram: Menggambarkan interaksi antara aktor (admin, customer support agent, dan pelanggan) dengan sistem, seperti pembuatan tiket, pengecekan status tiket, dan pengelolaan laporan.
  • Activity Diagram: Diagram ini digunakan untuk menggambarkan alur proses seperti alur pembuatan tiket hingga penyelesaiannya, termasuk tanggapan agen dan interaksi pelanggan.
  • Class Diagram: Menggambarkan hubungan antara objek utama dalam sistem, seperti Tiket, Pengguna, dan Laporan.

Teknologi yang akan digunakan:

  • Backend: Menggunakan Node.js dengan framework Express.js.
  • Frontend: Menggunakan React.js untuk visualisasi antarmuka.
  • Database: PostgreSQL digunakan sebagai basis data utama untuk menyimpan data pengguna, tiket, dan laporan.

3. Implementation & Unit Testing (Implementasi dan Pengujian Unit):

  • Implementasi: Pada tahap ini, coding dimulai berdasarkan desain yang telah dibuat. Modul utama yang diimplementasikan adalah:
    • Modul pengelolaan tiket
    • Modul self-service
    • Modul notifikasi otomatis
    • Modul laporan
  • Unit Testing: Setiap komponen diuji secara individual untuk memastikan berfungsi dengan baik sesuai desain. Misalnya, pengujian dilakukan pada fungsi pembuatan tiket oleh pelanggan dan penerimaan tiket oleh agen.

4. Integration & System Testing (Pengujian Integrasi dan Sistem):

Setelah setiap unit diuji, semua modul akan diintegrasikan. Pengujian sistem dilakukan untuk memastikan bahwa semua komponen bekerja secara terkoordinasi, mulai dari pembuatan tiket oleh pelanggan hingga resolusi tiket oleh agen, termasuk notifikasi otomatis dan pengelolaan laporan oleh admin.

5. Deployment (Peluncuran):

Setelah sistem lulus uji, aplikasi diluncurkan ke server produksi. Pengguna sistem (pelanggan, agen, admin) diberikan akses untuk mulai menggunakan aplikasi. Pelatihan bagi pengguna (agen dan admin) juga dilakukan pada tahap ini.

6. Maintenance (Pemeliharaan):

Pada tahap ini, pemeliharaan dilakukan untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Jika ditemukan bug atau ada kebutuhan untuk fitur baru, sistem akan diperbaiki dan diperbarui sesuai kebutuhan pengguna.

Comments